Spread the love

gambar : kominfo.go.id

Upaya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia bisa dibuktikan dengan sejak awal kepemimpinannya.

“Kita telah lama memunggungi laut, samudera, selat, dan teluk. Sekarang saatnya kita mengembalikan Jalesveva Jayamahe. Di laut kita jaya,” kata Jokowi dengan suara tergetar tatkala dilantik menjadi presiden Republik Indonesia ketujuh, 20 Oktober 2014 lalu.

Sejak awal pemerintahan Jokowi langsung tancap gas untuk melakukan penguatan ekonomi maritim, dimulai dari Penegakan hukum untuk menjaga kedaulatan laut. Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dibawah kembali Menteri Susi Pudjiastuti, Jokowi memerintahkan untuk tidak ragu menghajar illegal fishing, para pencuri ikan di lautan di Indonesia disikat habis, kapal-kapalnya ditenggelamkan.

baca juga :

Bukti lain adalah dengan adanya Tol Laut, memiliki fungsi konektivitas dengan tujuan untuk menurunkan disparitas harga barang pokok dan barang penting, termasuk menjangkau dan mendistribusikan logistik di daerah tertinggal, terpencil, terluar, serta kawasan perbatasan. Tol laut juga bermanfaat menjamin ketersediaan barang agar kesejahteraan masyarakat benar-benar terjamin.

Program tol laut pun dicanangkan. Walau masih terdapat evaluasi, setidaknya hingga 2018 ini, sudah terdapat 15 rute tol laut yang ditetapkan pemerintah. Rutenya membentang dari Teluk Bayur hingga Bengkulu, juga Tanjung Perak hingga ke Biak. Masih banyak lagi rute-rute lainnya.

Untuk menunjang pelayanan tol laut, pemerintah pun menambah anggaran subsidi hingga Rp 477 miliar―atau naik 33 persen dari anggaran sebelumnya Rp 335 miliar.

Hasilnya dapat dilihat. Penerapan tol laut pada sembilan daerah di Kawasan Timur Indonesia terbukti sanggup menurunkan harga barang pokok dan barang penting rata-rata sebesar 17-20 persen.

Berikut adalah 15 rute Tol Laut:

  • Rute T1: Teluk Bayur- Pulau Nias (Gunung Sitoli)-MentawaiPulau Enggano-Bengkulu
  • Rute T2: Tanjung Priok-Tanjung Batu-Blinyu-Tarempa-Natuna (Selat Lampa)-Midai-Serasao-Tanjung Priok
  • Rute T3: Tanjung Priok-Belang Belang-Sangatta-Nunukan-Pulau Sebatik (Pulau Nyamuk)-Tanjung Perak
  • Rute T4: Tanjung Perak-Makassar-Tahuna-Tanjung Perak-Tahuna-Kahakitang-Buhias-Tagulandang-Biaro-Lirung-Melangoane-Kakorotan-Miangas-Marore–Tahuna
  • Rute T5: Tanjung Perak-Makassar-Tobelo-Tanjung Perak Tobelo-Maba-Pulau Gebe-Obi-Sanana-Tobelo
  • Rute T6: Tanjung Perak-Tidore-Morotai-Tanjung Perak
  • Rute T7: Tanjung Perak-Wanci-Namlea-Tanjung Perak
  • Rute T8: Tanjung Perak-Biak-Tanjung Perak. Biak-Oransbari-Waren-Teba-Sarmi-Biak
  • Rute T9: Tanjung Perak-Nabire-Serui-Wasior-Tanjung Perak
  • Rute TI0 : Tanjung Perak-Fakfak-Kaimana-Tanjung Perak
  • Rute T11: Tanjung Perak-Timika-Agats-Merauke-Tanjung Perak
  • Rute T12: Tanjung Perak-Saumlaki-Oobo-Tanjung Perak
  • Rute T13: Tanjung Perak-Kalabahi-Moa- Rote (Ba’a)-Sabu (Biu)
  • Rute T14: Tanjung Perak-Larantuka-Adonara (TerongHewoleba)-Tanjung Perak
  • Rute T15: Tanjung Perak-Kisar-Wonreli-Namrole-Tanjung Perak.

Pelabuhan New Priok
Terobosan penting lainnya adalah beroperasinya Pelabuhan New Priok sehingga kapal-kapal besar tidak lagi transit di Singapura.

“Terminal ini memberikan volume perdagangan yang besar sehingga kapal-kapal besar dari Eropa bisa langsung ke sini, tidak perlu lagi singgah ke Singapura,” katanya usai mendampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam peninjauan di Pelabuhan Kalibaru, Jakarta Utara, Sabtu (27/8/2016).

Artinya dengan adanya pelabuhan ini dapat mengefisiensi biaya logistik karena Pelabuhan Tanjung Priok bisa menjadi jalur perdagangan Internasional. Ini juga berarti dengan menjadi Hub akan terjadi konsolidasi kargo di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dengan konsolidasi kargo di Tanjung Priok, maka kegiatan ekspor-impor dari berbagai daerah tidak perlu melalui Singapura, selama ini kontainer dari Indonesia terpaksa dibawa lebih dulu ke pelabuhan negara seperti Singapura, sebelum kontainer diangkut ke negara tujuan.

“Kita akan efisienkan rupiah-rupiah yang tercecer di sini, supaya pengangkutan menjadi lebih murah. Ini juga agar transhipment di Tanjung Priok ini meningkat,” kata Budi Karya pada kesempatan terpisah.

Dengan Pelabuhan New Priok maka Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi poros maritim dunia. [wow]

sumber : jokoway.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *