Maruf-Amin-dan-Ekonomi-Syariah
Spread the love

Ma’ruf Amin dan Ekonomi Syariah

JAKARTA – Calon wakil presiden Ma’ruf Amin berjanji membantu Presiden Joko Widodo mengurangi kesenjangan antara orang kaya dan miskin di Indonesia jika pasangan ini memenangkan pemilihan presiden bulan April 2019 mendatang.

Ma’ruf Amin menjelaskan jika Indonesia memiliki ekonomi gelombang baru di era Joko Widodo, yang di mana sistem ekonomi kerakyatan harus bertujuan untuk mengurangi berbagai kesenjangan: antara yang lemah dan yang kuat, antara daerah yang berbeda di seluruh Indonesia, dan antara produk lokal dan global, yang ditunjukan dengan berbagai progam pembangunan yang tidak hanya tersentral di Jawa dan Sumatra, tapi di seluruh Indonesia, karena itu adalah masalah keadilan sosial.

Pernyataannya itu mampu menunjukkan jika dia sangat ingin membantu mengelola ekonomi negara dengan bidang keahliannya, ekonomi syariah.

Dia juga anggota senior organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan memiliki rekam jejak sebagai legislator dan pembuat undang-undang daerah. Dia adalah anggota Dewan Penasihat Presiden di bekas pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ma’ruf Amin melanjutkan jika, “Ekonomi gelombang baru diperlukan karena ekonomi lama telah menyebabkan konglomerasi dan trickle-down effect tidak terwujud. Yang di mana hanya orang-orang di sekitar presidenlah yang mendapat untung. Bagi-bagi kekuasaan.”

Ia menambahkan jika konglomerasi tidak ada di era Jokowi. “Jokowi memiliki prinsip Bersih, Kerja nyata, Merakyat. Jadi, figur seorang pemimpin harus Bersih dari segala kasus korupsi, dekat dengan rakyat, menyapa, blusukan, serta kita dapat lihat ada bendungan di Kalimantan, Tol Laut di NTT dan NTB, jalan Trans Papua, itu membangun di seluruh pelosok Indonesia. Kerja nyata yang dapat dilihat dan direalisasikan.

Ia juga membandingkan jaman Orba, “Jaman Orba, asal dekat dengan pemimpin, minta proyek ini-itu pasti mudah. Tapi hasilnya mangkrak. Tidak jalan. Proyeknya dijual, uangnya di korupsi. Jaman Jokowi itu tidak ada. Maka banyak yang “nyerang” dia dengan ini-itu.”

Saat ditanya alasannya, ia sedikit tertawa. “Karena ga punya lagi proyek sampingan.”

Sementara itu menurut analis politik Johar Setiadi, terpilihnya Ma’ruf Amin sebagai wakil Jokowi di Pilpres 2019 nanti, mampu menegaskan publik jika Jokowi ingin menerapkan prinsip-prinsip ekonomi syariah, yang belum pernah diterapkan oleh presiden-presiden sebelumnya.

“Saat ini, hanya Zona Eropa yang baru memakai prisip ekonomi syariah. Suku bunga 0%, yang dimana, yang minjem dan menabung ke bank tidak dikenakan bunga sama sekali. 0%. Itu agar perputaran dan pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Tapi itu juga memiliki resiko. Dan mungkin Pak Kiai ini memiliki solusinya. Jadi, jika ingin benar-benar merasakan sistim ekonomi syariah, ya, pilih Jokowi.”

Di Indonesia, presiden adalah kepala negara dan pemerintahan, dengan tugas seremonialnya biasanya didelegasikan kepada wakil presiden. Tetapi presiden dapat berbagi tugas dengan wakil presiden atas kebijakannya.