Spread the love

Impor Menurun, Indonesia Catat Surplus Perdagangan di September

Jakarta, Neraca perdagangan Indonesia di September 2018 berayun ke surplus setelah defisit 944.2 juta Dolar di bulan Agustus lalu.

Hal ini terjadi karena ekspor naik 1,7 persen menjadi USD 14,83 miliar, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 7,58 persen. Sementara itu, impor meningkat lebih lambat dari 14,18 persen menjadi 14,60 miliar dolar AS, jauh di bawah perkiraan kenaikan 24,76 persen.

“Kita surplus karena impor kita melemah daripada ekspor,” kata pengamat ekonomi di bidang fudamental saat BPS merilis data balance of trade.

Meskipun begitu, selaku mentri keuangan Indonesia, Sri Mulyani, masih belum berpuas diri. Pasalnya, suplus itu terjadi karena impor yang menurun, bukan ekspor yang menguat.

“Impornya menurun dari ekspor, meskipun masih melemah. Belum meningkat setingkat yang kita harapkan. Kita harapkan akan terus meningkat,” ujarnya.

Menurut situs Ekonomi Perdagangan, dibandingkan bulan sebelumnya, impor Indonesia pada September 2018 turun 13,18 persen, dengan pembelian non-migas merosot 10,52 persen sementara minyak dan gas jatuh sebesar 25,20 persen. Impor turun untuk semua kategori: bahan mentah (-13,53 persen); barang modal (-10,45 persen), dan barang konsumsi (-14,97 persen). Di antara mitra dagang utama, impor menurun dari: Cina (-6,42 persen); AS (-1,38 persen); Jepang (-13,70 persen); Taiwan (-8,98 persen); Korea Selatan (-9,95 persen); Singapura (-13,31 persen); Thailand (-2,99 persen); Malaysia (-3,10 persen); Jerman (-25,07 persen); Australia (-31,64 persen), dan India (-15,63 persen). Di sisi lain, impor naik ke Italia (3,44 persen); dan Belanda (24,45 persen).