Spread the love

Aksi Pak Jokowi di Opening Ceremony Asian Games ke 18 Jakarta-Palembang mengundang perhatian warga netizen.

Saat itu, konvoi Presiden RI ke 7, Joko Widodo, terjebak macet saat menuju Stadion Gelora Bung Karno. Lalu, karena ingin sampai tepat waktu, beliau keluar dari mobil kepresidenan dan meminjam salah satu motor Paspampres. Dan dengan lihai Pak Jokowi menunggang motor gede dan melakukan freestyle di jalanan demi tepat waktu sampai di stadion Glora Bung Karno. Akan tetapi, aksinya itu tidak dilakukan dengan gaya terburu-buru. Itu terbukti ketika dengan rendah hati beliau berhenti di belakang zebra cross guna membiarkan segerombolan siswa sekolah dasar untuk menyebrang terlebih dahulu, sesuatu yang mestinya dijadikan contoh bagi pengendara apa pun, baik motor mau pun mobil.

Namun, aksi yang luar biasa itu, mendapat kritikan dari warga netizen yang gagal melihat pesan yang ingin disampaikan Pak Jokowi di Opening Asian Games ke 18 itu dan malah membahas, “Siapa sih sosok sebenarnya dibalik pengendara itu.” Bahkan ada yang mengira Jokowi menggunakan jasa stunment.

Melihat perdebatan yang aneh itu, Deddy Corbuzier menilai Jokowi adalah seorang presiden dan bukan aktor laga. Jadi wajar jika menggunakan stunmen demi keselamatan.

“Dia presiden, wajarlah menggunakan stunmen.”

Untuk memperkuat pernyataannya, Deddy Corbuzier mengungkapkan jika tindakan serupa pernah dilakukan oleh pemimpin negara lain.

“Ratu Elisabeth pakai stuntman ketika lompat dari helicopter bareng sama James Bond.. Which is gonna be stupid if her majesty didnt use one,” tulis Deddy.

Pria berkepala pelontos ini menyarankan netizen untuk tidak berkomentar negatif atau mempermasalahkan stuntman yang digunakan oleh Jokowi saat pembukaan Asian Games ke 18 Jakarta-Palembang kemarin, tapi lebih focus ke pesan yang ingin disampaikannya secara implisit.

Relawan Warga Medsos untuk Jokowi